Thursday, November 20, 2008

Olahraga dan Tidur yang baik mengurangi kanker

BEROLAHRAGA teratur memang berfaedah bagi kesehatan terutama menekan risiko kanker. Namun demikian, manfaat aktivitas fisik tidak akan ada artinya apabila kualitas tidur relatif buruk. Suatu riset di Maryland Amerika Serikat melibatkan 5.968 partisipan belum lama ini mengindikasikan, tidur dan olahraga adalah dua komponen yang sama-sama penting dalam mempengaruhi risiko kanker. Kualitas dan kuantitas tidur ikut menentukan besar kecilnya risiko kanker khususnya di kalangan wanita. Mereka yang berolahraga teratur memang berisiko lebih kecil mengidap kanker. Tetapi ketika peneliti menelisik kelompok yang termasuk aktif berolahraga, pemenuhan kebutuhan akan tidur ternyata mempengaruhi risiko kanker.

Partisipan yang tidurnya kurang dari tujuh jam setiap malam tercatat memiliki risiko 47 persen lebih besar mengidap kanker dibanding mereka yang secara fisik aktif dan tidurnya cukup. Hasil peneltian ini dilaporkan dalam jurnal American Association for Cancer Research.Pimpinan riset, James McClain, dari National Cancer Institute menyatakan timnya belum dapat menjelaskan mengapa kurang tidur dapat menyebabkan wanita lebih rentan terhadap kanker. "Mendapat tidur yang cukup sejak lama memang berkaitand dengan kesehatan," kata McClain Para ahli mengatakan kurang tidur yang sifatnya sudah khronis berkaitan dengan problem obesitas, diabetes, tekanan darah tinggi , stroke, penyakit pembuluh darah, depres, kebiasaan merokok dan minum alkohol secara berlebihan.Selain itu, penelitian juga menunjukkan orang yang melakukan olahraga teratur berisiko lebih kecil mengidap kanker payudara, kanker usus dan tipe kanker lainnya. Para ahli memperkirakan, olahraga memberikan pengaruh besar terhadap kadar hormon, kekebalan tubuh dan berat badan.

Thursday, November 13, 2008

SERI PENDALAMAN ALKITAB YAKOBUS (16) - Lidah

- Bagian 1
oleh Pendeta Jeremiah
Harapan saya studi kita selama ini tentang buku Yakobus telah membantu Anda untuk memahami kekayaan firman Tuhan. Pemahaman akan firman Tuhan sangatlah penting namun yang jauh lebih penting adalah kita harus hidup sesuai dengannya. Hanya dengan cara ini kita menjadi orang yang sesungguhnya diberkati. Karena itu marilah kita dengan rasa kagum dan takjub merenungkan bersama firman Allah.
Kita akan mulai mempelajari pasal 3 hari ini. Kita akan membaca dari Yakobus 3.1-12. Sebenarnya, terdapat satu tema yang sangat menonjol di pasal 3. Ayat-ayat 1-12 mendiskusikan tentang persoalan lidah. Ayat-ayat 13-18 adalah tentang hikmat. Bagaimanapun, jika akan merenungkannya dengan seksama, Anda akan melihat bahwa terdapat satu tema yang sangat jelas yang mengaitkan kedua hal itu. Sebenarnya kedua bagian itu mendiskusikan persoalan yang sama. Saya akan meninggalkan Anda untuk memikirkan tentang pertalian di antara kedua perikop ini. Renungkan dengan seksama apa pertalian di antara kedua perikop ini jika Anda punya waktu.
Kita akan memusatkan perhatian dari ayat 1-ayat 6. Di kesempatan yang akan datang kita akan melihat pada ayat-ayat 7-12 secara lebih rinci. Hari ini saya tidak akan membicarakan ayat 1-2. Saya akan kembali kepada kedua ayat ini di studi kita yang akan datang tentang buku Yakobus. Saya akan mendiskusikan persyaratan khusus yang diperlukan untuk menjadi seorang pengajar. Apakah Yakobus mau membujuk kita untuk tidak menjadi pengajar karena tidak ada satu pun di antara kita yang berani mengklaim bahwa kita tidak pernah berbuat salah dalam hal lidah? - Kita akan menangani persoalan-persoalan ini di diskusi kita yang akan datang.
Yakobus 3.1-12 mendiskusikan tentang persoalan lidah. Sebelum kita masuk untuk melihat dengan lebih mendalam, mari kita lihat apakah terdapat satu pertalian di antara pasal 2 dan 3 dan juga mengambil kesempatan ini untuk lebih menangkap gambaran keseluruhannya. Pasal 3 berbicara mengenai berbagai masalah yang ditimbulkan oleh lidah. Pasal 2 berbicara mengenai mendengar dan melakukan firman, tentang perlunya memiliki iman dan perbuatan. Renungkan hal ini: apa efek buruk yang akan dihasilkan dalam diri seorang yang mendengar firman tetapi tidak melakukannya? Konsekuennya sangat jelas kepada semua orang: seorang yang mendengar firman tetapi tidak melakukannya akan semakin menimbum pengetahuan tentang Alkitab tanpa menunjukkan pertumbuhan spiritual. Sedikit demi sedikit ia akan mulai menggenakan firman Tuhan untuk menyerang orang lain. Dengan demikian firman Tuhan akan menjadi senjata yang ia gunakan untuk menyerang orang lain. Gejala ini sering terlihat di dalam gereja.
Sangatlah penting bahwa kita mendengar firman dan melakukannya. Jika firman Tuhan tidak mengubah kehidupan kita, hal yang akan terjadi adalah kita akan menggunakannya untuk menghakimi dan mengkritik orang lain. Mungkin sambil Anda mendengar sekarang, Anda sedang berpikir, 'Hal ini justru merupakan masalah si anu. Mungkin ada baiknya saya memintanya untuk mendengarkan pesan ini untuk membantunya melihat masalahnya.'
Janganlah terlalu cepat menggunakan firman Tuhan ke atas orang lain. Cermin ini, atau firman Tuhan ini, diberikan pertama-tama kepada kita untuk kita mengaca atau melihat kondisi diri kita sendiri. Apakah mungkin bahwa orang yang sangat perlu melihat masalahnya adalah diri Anda sendiri? Mungkin Anda lupa memandang ke cermin itu karena Anda begitu terburu-buru menggunakan cermin itu ke atas orang lain. Jika Anda mendengar firman Tuhan dengan sikap yang demikian, maka pasal 3 ini adalah untuk Anda.
Kita dapat juga melihat pada hubungan di antara pasal 2 dan 3 dari sudut iman dan perbuatan. Anda dapat berbangga tentang betapa besarnya iman yang Anda miliki, tentang betapa besarnya kasih Anda pada Tuhan. Namun, persoalannya adalah: apakah Anda mempunyai kekuatan untuk menguasai lidah Anda? Hal-hal apa saja yang keluar dari lidah Anda setiap hari? Hal-hal yang keluar dari mulut Anda menunjukkan iman apa yang Anda miliki. Jadi, kita kembali kepada persoalan tentang membuktikan iman kita lewat tindakan kita setiap hari.
Mungkin Anda telah memerhatikan bahwa Yakobus 1.26 berbicara mengenai lidah. Isi kandungan ayat ini sangat mirip dengan yang tertulis di Yakobus 3.2. Dari sini kita dapat melihat bahwa pasal 3 sebenarnya sangat erat kaitannya dengan ayat yang sebelumnya. Pasal 3 berbicara mengenai konsekuensi mendengar fiman dan tidak melakukannya. Yakobus 3.2 memberitahu kita bagaimana untuk menilai apakah seorang Kristen itu sempurna ('sempurna' di sini menunjuk kepada dewasa secara spiritual). Rasul Yakobus memberitahu kita bahwa kedewasaan spiritual bergantung pada apakah kita mempunyai kekuatan untuk mengekang lidah kita. Demikian juga, Yakobus 1.26 memberitahu kita bahwa tanda seorang yang sesungguhnya beribadah adalah bahwa ia dapat mengekang lidahnya sendiri.
Tiga pokok utama tentang lidah
Mari saya rangkumkan beberapa prinsip spiritual yang sangat penting di Yakobus 3.1-6 dalam 3 pokok berikut:
Pertama, Yakobus 3.1-12 mengingatkan kita tentang lidah kita, bahwa percakapan kita mencerminkan kondisi spiritual kita. Mungkin prinsip ini kedengarannya aneh tetapi hal ini sangatlah benar di dalam praktek. Sebagai contoh, memerhatikan hal lidah adalah salah satu alat diagnostik yang digunakan dalam pengobatan Cina untuk mengukur keadaan kesehatan seseorang. Jika Anda ke seorang sinseh, ia seringkali akan meminta Anda untuk menjulurkan lidah Anda untuk ia periksa. Kepada orang yang tidak berpengalaman, ini bukan suatu hal yang berarti. Tetapi kepada seorang doktor yang berpengalaman, warna dan bentuk lidah Anda menyingkapkan banyak hal tentang kondisi kesehatan Anda. Ini juga benar di tingkat spiritual. Kata-kata yang lazim Anda ucapkan secara langsung menggambarkan kondisi spiritual Anda. Sebagai contoh, saat Anda tidak puas atau jengkel dengan seseorang, Anda akan secara natural mengungkapkan ketidak-puasan Anda terhadap orang itu setiap kali Anda berbicara mengenainya.
Mari kita lihat pada Matius 12.33-37. Di sini Yesus memberitahu kita bahwa pohon yang baik menghasilkan buah yang baik dan buah yang tidak baik akan menghasilkan buah yang tidak baik. Buah macam apa ini? Hal apa tentang seseorang yang dapat memberitahu kita apakah ia satu pohon yang baik atau tidak? Yesus memberitahu kita bahwa hal yang memberitahu kita adalah ucapan orang itu karena semua yang keluar dari lidah datangnya dari renungan hatinya - intisari atau esensi siapa kita sebenarnya. Yesus memberitahu kita bahwa ucapan orang yang baik sangatlah baik karena hatinya baik; ucapan yang mengalir dari orang yang hatinya jahat adalah jahat karena apa yang keluar dari hati adalah jahat. Jadi, apa Anda melihatnya? Rasul Yakobus tidak sedang berbicara dari pikirannya sendiri tetapi ia sedang menguraikan ajaran Yesus.
Hal kedua, kita lihat dari ayat 4-5 bahwa lidah mempunyai kuasa yang besar untuk mempengaruhi walaupun ukurannya sangatlah kecil. Yakobus 3.4 membandingkan lidah kepada kemudi kecil yang dapat mengendali arah sebuah kapal walaupun ia sangat kecil dibandingkan dengan ukuran kapal. Ayat 5 berkata bahwa lidah itu adalah anggota paling kecil di antara anggota-anggota tubuh namun ia dapat membanggakan hal-hal yang besar. Lidah juga seperti percikan api kecil yang dapat membuat seluruh hutan terbakar. Saya tidak tahu apakah Anda menyadari bahwa walaupun lidah kita itu panjangnya hanya 3 inci, ia mempunyai kuasa dan dampak yang sangat besar. Pernahkah Anda memerhatikan bagaimana masalah dalam hubungan antar-pribadi muncul hanya karena satu kata?
Saya ingat tentang seorang saudara yang memberitahu saya tentang saudara yang lain yang ia kunjungi di kota yang lain. Ia berkata, 'Saudara itu tidak berada dalam kondisi spiritual yang bagus. Ia telah menjadi sangat sombong. Sebaiknya Anda berbicara kepada dia tentang hal ini jika ada berkesempatan bertemu dengan dia atau berbicara kepada dia.' Lalu, ia mengutip beberapa contoh sebagai bukti bahwa saudara yang satu lagi sekarang sudah jatuh ke dalam masalah spiritual. Di waktu itu, saya dipengaruhi oleh apa yang disampaikan kepda saya. Saya sudah dua atau tiga tahun tidak bertemu dengan saudara yang dikatakan sudah bermasalah dan saya tidak dapat memahami mengapa ia dapat menjadi begitu. Bagaimanapun saya berusaha untuk menyingkirkan kritikan yang saya dengar karena saya tidak mau hal itu mempengaruhi gambaran saya tentang saudara itu. Saya meminta Tuhan memberikan kepada saya obyektivitas dan hati yang terbuka saat saya bertemu dengannya di waktu akan datang. Akhirnya saya mempunyai kesempatan untuk bertemu dengan saudara itu, saya menemukan bahwa ia sama sekali tidak seperti yang digambarkan. Dari sini saya menyadari betapa mengerikan lidah itu - satu kata mempunyai potensi untuk mempengaruhi hubungan di antara manusia.
Para rabi Yahudi juga menyadari tentang bahayanya kuasa lidah. Mereka berkata, 'dosa karena fitnah itu lebih parah dari dosa pembunuhan.' Membunuh itu hanya meniadakan hidup seseorang tetapi orang yang difitnah masih harus menanggung tuduhan dan aib selama hidupnya. Rasa sakit semacam ini jauh lebih susah ditanggung dibandingkan dengan maut. Jadi, kita sesungguhnya harus sangat mengingat peringatan yang diberikan oleh Yakobus. Kita harus mengawal lidah kita dengan sangat berhati-hati dan jangan pernah sekali-kali menggunakannya untuk menyakitkan orang lain. Kita sering berpikir bahwa kita mempunyai hak dan kebebasan untuk berkata apa yang kita mau. Sebab itu, kita tidak berpikir dua kali sebelum mengkritik orang lain. Ada beberapa orang Kristen yang percaya bahwa mereka adalah penjaga saudaranya dan dengan demikian mereka harus membicarakan yang benar. Lalu, kita menghakimi sesama sesuka hati kita. Saya pernah mendengar seorang pengkhotbah menjatuhkan pengkhotbah yang lain sebagai penyesat. Di waktu itu saya bertanya kepada dia, 'Apakah Anda mengenal pengkhotbah yang Anda kritik itu atau pernahkah Anda mendengar khotbahnya?' Alangkah kagetnya saya, karena ia menjawab, 'Saya tidak pernah bertemu dengan dia atau mendengar khotbahnya!' Ia memberitahu saya, ia berkata demikian karena ia mendengar dari pengkhotbah lain membicara demikian tentang pengkhotbah yang dituduhnya sebagai sesat. Namun, semuanya itu hanyalah kabar angin, yang tidak dapat dibuktikan sama sekali. Kita harus sangat sangat berhati-hati dengan lidah ini agar ia tidak tanpa disadari menjadi alat yang dipakai Iblis untuk membunuh.
Hal yang ketiga, di ayat 6, rasul Yakobus memberitahu kita bahwa lidah mempunyai kekuatan untuk membinasakan hidup. Lidah itu seperti api. Ia akan membinasakan orang lain dan pada akhirnya membinasakan diri kita sendiri jika kita tidak dapat menguasainya. Pembinasaan yang saya bicarakan adalah hilangnya keselamatan karena seperti yang dikatakan di ayat 6, lidah dapat mengarahkan hidup kita ke dalam api. Dengan kata lain, ia dapat membinasakan hidup. Hal inilah yang diperingatkan oleh Yesus kepada kita di Matius 5.22, 'dan barangsiapa yang berkata, 'Kamu jahil/bodoh', sudah layak diutus ke neraka yang menyala-nyala.' Apakah Anda memahami apa artinya ini? Banyak orang setelah mereka percaya pada Tuhan, mereka tidak berani untuk menggunakan kekerasan untuk membalas orang yang telah membuat mereka tidak senang. Tetapi, mereka menggunakan lidah mereka untuk membalas. Mereka akan menggunakan kata-kata untuk menyakiti orang lain atau mereka akan memfitnah orang di belakang. Berwaspadalah karena Yesus memberitahu kita bahwa Ia akan menghakimi kita untuk setiap kata yang tidak membangun.
Perlu diperhatikan bahwa Matius 12.36-37 memberi kita satu peringatan yang sangat keras. Yesus sendiri memberitahu kita bahwa Allah akan menggunakan kata-kata yang kita ucapkan untuk menghakimi apakah kita benar atau jahat pada Hari Penghakiman itu nanti. Perhatikan ayat 37 berbicara mengenai 'dibenarkan' atau 'dihukum'. Bukankah di pesan yang lalu kita berbicara mengenai bagaimana seseorang dibenarkan? Yesus memberitahu kita di sini bahwa penghakiman didasarkan pada setiap kata yang keluar dari lidah kita karena ucapan kita mencerminkan siapa kita.
Saya harap di saat kita membaca ayat 6, kita mengerti bahwa Yakobus tidak sedang berkata bahwa lidah itu sendiri jahat. Seperti yang dikatakan oleh Yakobus 1.17, segala sesuatu yang Allah karuniakan itu baik, karena itu, lidah itu baik karena itu adalah pemberian Allah. Tidaklah mungkin bagi Allah untuk memberikan kita sesuatu yang jahat. Yakobus memberitahu kita bahwa masalah dengan lidah sebenarnya mencerminkan masalah yang ada di dalam diri kita. Kita tidak dapat melihat dengan mata kita sendiri bagaimana diri kita di dalam, tetapi kita dapat melihat bagaimana keadaan batin kita dengan melihat pada ucapan kita. Tidaklah susah bagi Anda untuk mengetahui kondisi spiritual Anda sendiri jika Anda punya waktu untuk dengan tenang memerhatikan kata-kata dan akibat dari ucapan Anda itu.
Ayat 5 berkata bahwa lidah adalah seperti percikan kecil api yang dapat membinasakan seluruh hutan. Ayat 6 berbicara tentang lidah sebagai sesuatu yang mencemari seluruh tubuh. Kata 'tubuh' di sini menunjuk kepada gereja sementara 'lidah' dapat merujuk kepada anggota-anggota gereja itu. Pernahkah Anda memerhatikan bahwa seluruh kerukunan gereja dapat dibinasakan hanya oleh beberapa jemaat yang tidak mempunyai penguasaan diri di dalam ucapan mereka? Selalunya, bagaimana Anda menggunakan lidah Anda? Apakah kata-kata dari lidah Anda mempromosikan keharmonisan di antara jemaat atau kata-kata Anda justru memunculkan kecurigaan dan perpecahan? Yakobus mengingatkan kita untuk sangat berhati-hati dalam menggunakan lidah kita.
Mari saya simpulkan di sini. Semua persoalan yang ditimbulkan oleh Yakobus di sini tentunya diarahkan kepada orang yang hanya mendengar fiman tetapi tidak melakukannya. Karena mereka tidak hidup di bawah penguasaan Yesus, dan hidup mereka tidak diserahan kepada control dan pimpinan Roh Kudus, karena itu mereka tidak mempunyai kekuatan untuk mengekang lidah mereka. Orang Kristen yang semacam ini akan akhirnya menjadi alat si Iblis untuk membinasakan kesatuan gereja dengan lidah mereka.
Di sisi lain, lidah yang sangat kecil ini juga dapat menghasilkan buah yang baik jika kita mengizinkan Yesus menjadi raja di dalam kehidupan kita setiap hari dan jika kita menyerahkan hati, pikiran dan ucapan kita ke bawah pimpinan Roh Kudus. Sebagai contoh, Alkitab mau kita menjadi orang yang membawa damai. Bagaimana kita membawa damai di antara dua pihak? - Ini bergantung bagaimana ucapan kita menyampaikan hikmat. Setiap kali terjadi perselisihan di antara anggota jemaat, kita dapat bertindak sebagai utusan damai, menyampaikan kata-kata perdamaian. Kapan saja orang membutuhkan penghiburan dan dukungan, kita dapat mengucapkan kata-kata yang pantas yang membangun dan menghibur hatinya. Renungkan hal ini: betapa indahnya gereja jika setiap orang Kristen bertekad untuk mengizinkan Roh Kudus untuk mempunyai control yang sepenuhnya ke atas kehidupan dan lidah kita! Tetapi jika kita tetap menjadi orang Kristen yang hanya menjadi pendengar fiman dan bukannya pelaku firman, maka lidah kita pasti hanya akan membawa kepedihan, perselisihan dan kekacauan di dalam jemaat. Anda ingin menjadi orang Kristen yang bagaimana?
Kita berhenti di sini. Di pesan yang akan datang, kita akan mempelajari Yakobus 3.7-12 dan kita akan melanjutkan diskusi kita tentang lidah.

Strategi Setan

Warren W. Wiersbe

disarikan oleh Deny S Pamudji

Ada 4 (empat) sifat dasar setan,
yakni penipu (Yoh 8:44),
perusak (1 Ptr 5:8),
penguasa (Yoh 12:31; 1 Yoh 5:19)
dan pendakwa (Why 12:10).

Sebagai penipu, setan menyerang pikiran. Senjatanya ialah dusta.
Dengan dustanya, setan membuat kita meragukan Firman Allah. Setan melakukannya dengan mengurangi atau menambah Firman dan bahkan mengubah Firman itu.

Untuk itulah kita perlu mengenal Firman Allah dengan baik (Yoh 16:13-15), menghafalkannya (Mzm 40:9), merenungkannya (Yos 1:8), dan bahkan melakukannya ( Luk 8:21)Sebagai perusak, setan menyerang tubuh. Senjatanya ialah penderitaan/penyakit. Dengan penderitaan, setan membuat kita tidak tekun/setia pada Allah. Karenanya kita perlu hidup berserah pada Allah (Ayb 13:15) dan bersyukur dalam segala hal (Ef 5:20) sehingga mempermalukan setan.Sebagai penguasa, setan menyerang kemauan.

Senjatanya ialah kesombongan. Dengan kesombongan, setan membuat kita tidak mau tunduk pada kehendak Allah dan hanya menuruti kehendak diri sendiri. Oleh sebab itu kita perlu merendahkan hati/diri (Yak 4:10; 1 Ptr 5:5,6) pada Allah dan tunduk sepenuhnya pada Allah (Yak 4:7).Sebagai pendakwa, setan menyerang hati nurani. Senjatanya ialah dakwaan. Dengan dakwaan, setan membuat kita terus menerus hidup dalam bayangan dosa dan merasa tidak layak untuk bertobat. Hidup kita dibuatnya tidak sejahtera karena berada dalam pengaruh tekanan masa lalu. Padahal pada saat kita mengaku dosa, Allah menyucikan dosa kita secara keseluruhan dengan tidak mengingat-ingat kembali. (1 Yoh 1:9)

Untuk mengetahui apakah kita bertindak sesuai dengan iman, kita perlu mengujinya dengan pertanyaan sebagai berikut :

1. Apakah kita melakukannya untuk kemuliaan Allah atau hanya untuk kepentingan diri sendiri?

2. Apakah kita bertindak dengan tergesa-gesa atau bersedia menunggu?

3. Apakah kita dapat mempertahankan perbuatan kita berdasarkan Firman?

4. Apakah tindakan tersebut mendatangkan kesejahteraan atau perasaan sebaliknya?Perbuatan yang sesuai dengan iman ialah perbuatan untuk memuliakan Allah dan dilakukan secara tepat waktu; dapat dipertanggung jawabkan sesuai Firman dan mendatangkan perasaan sejahtera/bahagia.

Beberapa perbuatan yang dapat membuat kita hidup tidak sejahtera (atau berada dalam pengaruh setan) ialah:
dusta (Ef 4:25), marah (Mat 5:21,22; Ef 4:26), mencuri (Yoh 10:10; Ef 4:28), bicara kotor (Ef 4:29;5:4), kecewa/benci (Ef 4:30-32), dan fitnah (Ef 4:31; 1 Tim 3:11; Tit 2:3)

Setan dan roh-roh jahat merupakan pendusta dan perusak (Yoh 8:44).
Banyak penyakit disebabkan oleh setan antara lain bisu (Mat 9:32), buta (Mat 12:22), lumpuh (Luk 13:11). Mereka menyiksa orang (Mat 8:28) dan bahkan berupaya membunuh (Mat 17:14-15). Setan bekerja bisa di dalam dan melalui orang yang belum diselamatkan (Ef 2:1-3) dan bahkan juga mempengaruhi orang yang sudah diselamatkan seperti Petrus (Mat 16:21-23) dan Ananias & Safira (Kis Ras 5).

Setan masuk gereja dengan menguasai mimbar sebagai pelayan kebenaran (2 Kor 11:15) dan rasul palsu (2 Kor 11:13),
duduk di bangku gereja sebagai saudara palsu (2 Kor 11:26),
menimbulkan kekacauan di dalam kebaktian (1 Kor 14:33-34,40), menipu/meninggikan hati di dalam pemberian persembahan (Kis Ras 5; Mat 6:1-4),
menciptakan lagu yang tidak alkitabiah di dalam pujian (band Kol 3:16), merusak pemimpin rohani (band Mat 16:21-23)
dan menimbulkan sikap sombong rohani (3 Yoh 1:9).
Setan mencampuri perihal perkawinan dengan mengajarkan doktrin yang melarang pernikahan (1 Tim 4:1-3 band Mat 19:12),
membalik kepemimpinan dalam rumah tangga (1 Tim 2:11-13; Ef 5:22,23), membawa suami/isteri dalam kebobrokan moral (1 Kor 7:1-5),
menganjurkan isteri sibuk di luar rumah (1 Tim 5:9-16)

.Untuk berperang melawan setan, kita memerlukan perlengkapan senjata rohani yang telah Allah sediakan (Ef 6:10-18) a.l :1. Ikat pinggang kebenaranKarena setan pendusta, maka kita perlu melawannya dengan kebenaran Allah. Bagi Allah tiada suka cita yang lebih besar daripada mendengar anak-anaknya hidup dalam kebenaran (3 Yoh 1:4).

2. Baju zirah keadilanMemiliki keyakinan teguh akan pembenaran Allah untuk kita di dalam Yesus (2 Kor 5:21)3. Kasut damai sejahteraDengan iman akan pembenaran Allah, maka kita dapat hidup sejahtera (Rm 5:1)4. Perisai imanDengan iman kita dapat menangkis semua panah api setan berupa keraguan, ketakutan, kekuatiran, dan pikiran buruk (1 Yoh 5:4)5. Ketopong keselamatanDengan keselamatan kita mempunyai pengharapan bahwa Tuhan akan datang kembali (Yoh 14:3,8)6. Pedang rohFirman Allah merupakan pedang roh yang kuat dan tajam yang dapat digunakan untuk menyerang setan (Ibr 4:12)

Pianis Buta Usia Lima Tahun Gegerkan Dunia

Kompas.Com
SEOUL,
Ratusan penonton berlinang air mata saat seorang bocah perempuan tampil memainkan piano. Saat itu jemari mungilnya memainkan Fur Elise, komposisi karya Beethoven. Yang membuat penonton terharu bukan karena lirik lagu itu, melainkan karena penampilan pianisnya, Yoo Ye-eun. Warga Korea yang baru berumur lima tahun itu ternyata buta sejak lahir.Yoo memang bocah ajaib. Dalam usia balita dia telah menggegerkan dunia musik. Yoo bisa memainkan karya-karya komponis besar seperti Mozart, Chopin, dan Beethoven, ditambah lagu-lagu pop masa kini. Yang lebih mengagumkan, Yoo tak perlu lama mempelajari lagu-lagu klasik yang terbilang sulit. Sekali dengar, dia bisa membawakan lagu itu dengan sempurna.“Bagaimana mungkin?” tanya seorang pembawa acara Star King, sebuah acara adu bakat terkenal di Korea. “Benar-benar mengagumkan,” tambahnya.Program televisi itu menobatkannya menjadi pemenang. Bocah itu mendapatkan hadiah pertama sebesar 1 juta won (Rp 9,1 miliar). Sejak itu dia mendapat julukan 'jenius Mozart berumur lima tahun'. “Dia bisa memainkan sebuah lagu dengan piano hanya dengan mendengarkannya sekali,” kata Park Jung Soon, ibu angkatnya. Park mengetahui bakat putrinya itu dua tahun lalu.Ketika itu dia menyanyikan sebuah lagu pop. Saat itu Yoo Ye-eun yang baru berumur tiga tahun mengiringinya dengan piano pinjaman. “Nadanya sangat sempurna meski dia belum pernah belajar piano. Kami tidak pernah mengajarinya,” kenang Park.Keajaiban bocah itu tertutup rapat selama dua tahun. Namun, nama bocah buta itu langsung melejit, terutama melalui internet. Permainan pianonya di Star King dikirimkan ke Pandora TV, sebuat situs internet Korea. Yang melihatnya lewat situs YouTube mencapai 2 juta orang.Sejak itu, Yoo Ye-eun berkeliling dunia. Dia tampil di Los Angeles, September tahun lalu. Pertunjukannya itu merupakan bagian dari festival Hari Korea. Sebuah televisi Tokyo pun telah mengirimkan undangan. Bocah itu bahkan sudah punya sponsor khusus, seorang bos dari perusahaan konstruksi di Dubai yang melihat penampilannya melalui Star King.Pekan lalu, Yoo memainkan karya Chopin di hadapan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong. Pada hari yang sama, dia mengiringi paduan suara sekolah yang membawakan lagu tradisional Singapura tanpa mendengar lagu itu sebelumnya.Tampaknya musik menjadi terapi untuk mengobati masa lalunya yang penuh tragedi. Bocah itu ditinggalkan orangtuanya sejak lahir. Yoo Ye-eun diadopsi oleh Yoo Chang Yoo dan istrinya, Park Jung Soon. Ayah angkatnya itu harus duduk di kursi roda akibat sebuah kecelakaan. “Kami tak pernah mendapat kesulitan untuk membesarkannya,” kata pasangan Yoo dan Park kepada majalah Woman Donga.Park membawa putrinya ke Star King karena dia ingin Yoo Ye-eun bisa bermain untuk orang banyak. Namun, dia tak pernah membayangkan reaksi luar biasa dari para pendengar permainan putrinya itu. Saat diperkenalkan di atas panggung, penonton bisa mendengar suara bocah itu bertanya, "Di mana pianonya." Sorot lampu panggung lantas menunjukkan seorang bocah mungil mencari kursi piano.Begitu lagu You Were Born to be Loved mengalun, penonton langsung berurai airmata. Terlebih mereka bisa melihat jari-jari mungil Yoo Ye-eun meraba tuts piano. Berita keajaiban itu terus menyebar. Tawaran bantuan keuangan pun membanjir. Beberapa dokter menawarkan operasi untuk memulihkan penglihatannya. Namun, mereka gagal. Yoo Ye-eun tetap buta. Simak lirik yang dinyanyikan Ye Un (klik disini untuk lihat filmnya)You were born to be loved (Kamu dilahirkan utk dicintai)And you are receiving that love through your life (Dan kamu dapatkan cinta itu sepanjang hidupmu)You were born to be loved (Kamu dilahirkan utk dicintai)And you are receiving that love through your life (Dan kamu dapatkan cinta itu sepanjang hidupmu)The love from God that started since the beginning of your birth (Cinta Tuhan mulai pada saat kamu dilahirkan)Becomes connected with us meeting each other (Dan terhubung pada saat kita bertemu dengan orang lain)You were born to be loved (Kamu dilahirkan utk dicintai)And you are receiving that love through your life (Dan kamu dapatkan cinta itu sepanjang hidupmu)

KUASA PERKATAAN

Oleh Pdt. Bambang Yonan

Yosua 1:8Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung
3 hal yang perlu digaris-bawahi:1. Memperkatakan firman Tuhan2. Merenungkannya siang dan malam3. Bertindak hati-hati sesuai dengan firman TuhanKetika kita melakukannya, kita akan berhasil dan beruntung. Tahun ini adalah samekh sayin, tahun goncangan. Apa yang dinubuatkan oleh Alkitab akan digenapi. Dalam goncangan, ada 2 kelompok, kelompok pertama yang diberkati luar biasa dalam goncangan dan kelompok kedua yang habis ketika digoncang.
Pada waktu menghadapi masalah, kata-kata yang kita ucapkan sangat menentukan. Kita harus bernubuat (menciptakan dari tidak ada menjadi ada) atas masalah kita. Bagaimana seorang menaburkan benih? Melalui perkataan. Benih yang ditabur akan bertunas dan berbuah. Apa yang saudara mau Tuhan lakukan dalam hidupmu, perkatakanlah pada Tuhan.
Kejadian 1:1-31, Tuhan menciptakan bumi ini bukan dengan tangan atau keahlian, tetapi melalui perkataan. Hidup dan mati dikuasai oleh lidah. Apa yang kita gemakan, akan kita tuai. kalau kita mengucapkan hal yang baik maka kita akan menuai yang baik juga
Ibrani 1:1-3Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi, maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta. Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi,Tuhan menopang segalanya dengan firman. Yang paling berkuasa di alam semesta adalah perkataan.
Ulangan 8:2-3Ingatlah kepada seluruh perjalanan yang kaulakukan atas kehendak TUHAN, Allahmu, di padang gurun selama empat puluh tahun ini dengan maksud merendahkan hatimu dan mencobai engkau untuk mengetahui apa yang ada dalam hatimu, yakni, apakah engkau berpegang pada perintah-Nya atau tidak. Jadi Ia merendahkan hatimu, membiarkan engkau lapar dan memberi engkau makan manna, yang tidak kaukenal dan yang juga tidak dikenal oleh nenek moyangmu, untuk membuat engkau mengerti, bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan TUHAN
Yang paling dominan adalah perkataan. Orang yang bisa mengendalikan lidahnya dalah orang yang sempurna. Waktu kita hidup di dunia, yang paling berkuasa adalah perkataan kita. Perkataan muncul dari hati, kalau yang ada iman, kebenaran, maka di situ ada ketenangan ketentraman selama-lamanya. Terkadang Tuhan menyuruh kita diam.
Jangan menjadikan goncangan yang kita alami membuat kita mengatakan hal yang tidak ada artinya. Di dalam goncangan, Tuhan melihat apa yang ada didalam hati kita, apakah kita tetap berpegang pada firmanNya. Ketika kita memperkatakan firman Tuhan, merenungkan firmanNya, dan bertindak hati-hati sesuai firman Tuhan, kita akan berhasil dan beruntung

KUASA PERKATAAN YANG BERHIKMAT (Ester 8:1-17)

Jangan remehkan kuasa perkataan! Perkataan bisa memberi kehidupan atau kematian. Perkataan bisa membawa berkat atau kutuk. Perkataan bisa membangun atau merusak. Perkataan bisa berguna, tapi perkataan bisa juga sia-sia.
Salomo mempertegas hal ini dalam amsal yang ditulisnya,
“Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.” Lagipula kita perlu ingat bahwa seluruh isi dunia ini diciptakan oleh perkataan Allah. Dengan kata lain, sebuah perkataan mengandung daya cipta yang luar biasa.

Perkataan kita akan membangun citra diri yang baik, atau sebaliknya akan menciptakan citra diri yang buruk. Simaklah apa yang ditemukan oleh penginjil Bill Glass. Ia berkata bahwa 90 persen dari penghuni penjara pernah mendengar dari orang tua mereka kalimat yang bunyinya seperti ini, “Kamu akan dimasukkan ke penjara.”

Misalnya mengatakan kepada anak kita bahwa ia bodoh, malas, nakal, tidak patut dikasihi, jelek, dsb. Sejujurnya, kita memang tak pernah menginginkan anak kita menjadi seperti apa yang kita katakan. Namun masalahnya, anak kita akan secara otomatis merekam perkataan kita itu di dalam pikirannya dan menganggap semua perkataan negatif itu sebagai kebenaran yang harus dipercayai. Akibatnya, ia akan mempercayai bahwa dirinya bodoh, jelek, malas, nakal, tidak patut dikasihi dan terbentuklah citra diri yang seperti itu.

Citra diri seseorang akan terbentuk dari banyak faktor. Namun demikian, salah satu faktor yang sangat mempengaruhi citra diri seseorang adalah lewat perkataan. Mengetahui kebenaran ini, hendaknya kita mulai berhati-hati dengan apa yang kita katakan. Berpikirlah sepuluh kali atau bahkan seratus kali sebelum kita mengucapkan sesuatu. Jangan pernah mengucapkan sesuatu sampai kita yakin bahwa bahwa apa yang kita katakan adalah sesuatu yang bersifat membangun dan positif.
Perlihatkan perkataan-perkataan seperti apa yang Anda terima, dan saya akan tunjukkan seperti apa citra diri Anda yang sebenarnya.


Pdt. Obaja Tanto Setiawan

Kemudian Ester berkata lagi kepada raja, sambil sujud pada kakinya dan menangis memohon karunianya, supaya dibatalkan maksud jahat Haman..serta rancangan yang sudah dibuatnya terhadap orang Yahudi (ayat 3)Hari ini kita akan belajar kuasa perkataan yang berhikmat. Kita akan belajar dari kehidupan Ester. Perkataan memiliki pengaruh yang besar dalam kehidupan seseorang. Keberhasilan atau kegagalan seseorang sangat dipengaruhi oleh perkataan-perkataan yang diucapkannya. Oleh karena itu penting sekali untuk kita dapat memahami apa yang dimaksud dengan perkataan yang berhikmat, agar kita dapat hidup dengan benar dan berhasil dalam hidup ini. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan berhubungan dengan perkataan berhikmat, yakni:1. Ada kuasa yang sangat besar dalam perkataan. Mati hidup kita dikuasai oleh lidah (Ams 18:21). Walaupun kecil tetapi lidah pengaruhnya besar (Yak 3:2-5).

Kekuatan seseorang juga terletak pada lidahnya, dimana dia dapat memberi penghiburan atau membuat orang putus asa.

2. Tergantung yang kita ucapkan. Isi perkataan kita sangat penting dan berpengaruh bukan saja terhadap diri kita tetapi terhadap orang lain.Kalau kita mengucapkan yang tidak baik akan mendatangkan hal-hal yang tidak baik dalam kehidupan kita. Tetapi kalau kita mengucapkan yang baik akan mendatangkan hal-hal yang baik dalam kehidupan kita.

3. Perkataan Mempengaruhi banyak hal. Mempengaruhi orang lain dan lingkungan. Contoh: Ratu Wasti dan Ester. Pengaruh perkataan dapat membuat kita diterima atau ditolak oleh sesama kita. Oleh karena itu, maka kita harus mengucapkan perkataan kita dengan hikmat Tuhan, sehingga kita mengalami hal-hal yang baik dalam kehidupan kita (Pengkhotbah 10:12).4. Bagaimana kita bisa berkata dengan hikmat. Ada beberapa hal praktis yang perlu kita pahami antara lain: mempersiapkan apa yang akan kita katakan seperti yang dilakukan Ester, mempelajari latar belakang dan kesukaan orang yang akan kita ajak bicara untuk bahan bicara yang menyenangkan sehingga dapat bercerita dengan menarik, Ester cari waktu yang tepat, perkataan-perkataan penting yang perlu kita katakan saat bertemu dengan orang-orang tertentu/penting. (Ester menghargai suaminya yang menjadi raja dengan memanggil tuan, dll.)Perkataan adalah salah satu penentu gagal atau berhasilnya seseorang dalam hidup ini

Bahan Pendalaman :
1. Apakah yang dimaksud dengan perkataan yang berhikmat ?
2. Manfaat apa yang akan kita terima jika kita memiliki perkataan yang berhimat ?
3. Bagaimana caranya supaya kita dapat memiliki perkataan yang berhimat ?
Doa :Tuhan Yesus, Karuniakan kepada hambamu ini perkataan yang berhikmat yang membawa keberhasilan, Amin…


Pesan & Nasehat Warren Buffet, Orang Terkaya di Dunia
Oct 31, 2008 in Artikel Renungan, Berita
Akhirnya dominasi Bill Gates memudar juga. Setelah 13 tahun berturut-turut bercokol sebagai orang terkaya di dunia versi majalah Forbes, pendiri raksasa peranti lunak Microsoft itu tergeser juga dari tahtanya. Tahun ini, orang terkaya sejagad adalah Warren Buffett, seorang pebisnis dan investor yang ketajaman pikirannya amat luar biasa sehingga ia diibaratkan sebagai perpaduan antara fisikawan Einstein, seniman Picasso dan raja kaya raya pencipta koin emas Croesus, dalam satu tubuh. ( sumber : http://www.sudutpandang.com/ )
Warrent Buffett - foto diambil dari majalah Adbuster
Berikut ini adalah wawancara yang pernah ia lakukan dengan CNBC.
Dalam wawancara tersebut ditemukan beberapa aspek menarik dari hidupnya :
Ia membeli saham pertamanya pada umur 11 tahun dan ia sekarang menyesal karena tidak memulainya dari masih muda.
Pesan : Anjurkan anak anda untuk berinvestasi [ Encourage your children to invest ]
Ia membeli sebuah kebun yang kecil pada umur 14 tahun dengan uang tabungan yang didapatinya dari hasil mengirimkan surat kabar.Pesan : Dorong Anak Anda untuk mulai belajar berbisnis [ Encourage your children to start some kind of business ]
Ia masih hidup di sebuah rumah dengan 3 kamar berukuran kecil di pusat kota Ohama, yang ia beli setelah ia menikah 50 tahun yang lalu.Ia berkata bahwa ia mempunyai segala yang ia butuhkan dalam rumah itu.Meskipun rumah itu tidak ada pagarnya.
Pesan : Jangan membeli apa yang tidak dibutuhkan, dan dorong Anak Anda berbuat yang sama. [ Don’t buy more than what you “really need” and encourage your children to do and think the same ]
Ia selalu mengemudikan mobilnya seorang diri jika hendak bepergian dan ia tidak mempunyai seorang supir ataupun keamanan pribadi.Pesan : Jadilah apa adanya. [ You are what you are ]
Ia tidak pernah bepergian dengan pesawat jet pribadi, walaupun ia memiliki perusahaan pembuat pesawat jet terbesar di dunia.Pesan : Berhematlah [ Always think how you can accomplish things economically ]

Berkshire Hathaway, perusahaan miliknya, memiliki 63 anak perusahaan.Ia hanya menuliskan satu pucuk surat setiap tahunnya kepada para CEO dalam perusahaannya, menyampaikan target yang harus diraih untuk tahun itu.Ia tidak pernah mengadakan rapat atau menelpon mereka secara reguler.Pesan : Tugaskan pekerjaan kepada orang yang tepat [ Assign the right people to the right jobs ]

Ia hanya memberikan 2 peraturan kepada para CEOnya.Peraturan nomor satu adalah : Jangan pernah sekalipun menghabiskan uang para pemilik saham.Peraturan nomor dua : Jangan melupakan peraturan nomor satu.
Pesan : Buat Tujuan yang jelas dan yakinkan mereke untuk fokus ke tujuan. [ Set goals and make sure people focus on them ]

Ia tidak bersosialisasi dengan masyarakat kalangan kelas atas.Waktu luangnya di rumah ia habiskan dengan menonton televisi sambil makan pop corn.
Pesan : Jangan Pamer, Jadilah diri sendiri & nikmati apa yang kamu lakukan [ Don’t try to show off, just be your self and do what you enjoy doing ]
Bill Gates, orang terkaya di dunia bertemu dengannya untuk pertama kalinya 5 tahun yang lalu.Bill Gates pikir ia tidak memiliki keperluan yang sangat penting dengan Warren Buffet, maka ia mengatur pertemuan itu hanya selama 30 menit.Tetapi ketika ia bertemu dengannya, pertemuan itu berlangsung selama 10 jam dan Bill Gates tertarik untuk belajar banyak dari Warren Buffet.

Warren Buffet tidak pernah membawa handphone dan di meja kerjanya tidak ada komputer.
Berikut ini adalah nasihatnya untuk orang-orang yang masih muda:

Hindarilah kartu kredit dan berinvestasilah untuk diri Anda sendiri dan ingat :
Uang tidak menciptakan orang tetapi oranglah yang menciptakan uang.
Hiduplah secara sederhana.


Jangan lakukan apa yang orang lain katakan, dengarkanlah mereka, namun lakukan apa yang menurut Anda baik.
Jangan memaksakan diri untuk memiliki barang-barang bermerk, pakailah apa yang sekiranya nyaman bagi Anda.
Jangan memboroskan uang Anda untuk hal-hal yang tidak diperlukan;gunakanlah uang untuk membantu mereka yang kekurangan.
Biar bagaimana pun orang lain tetap tidak dapat mengatur hidup Anda sendiri.Andalah yang mengendalikan hidup Anda sepenuhnya.